SCG untuk Layanan Primer (panduan saku)
Penulis: Michal Barodkin
Panduan visual praktis gelombang SCG dan maknanya
Apa yang diukur SCG
SCG adalah sinyal getaran dada dari mekanika jantung yang direkam oleh akselerometer.
Dalam rekaman normal, ada dua titik utama:
- AO - pembukaan katup aorta, “dentuman” utama.
- AC - penutupan katup aorta, puncak kedua.
Ritme mengikuti EKG. Cara bacanya mirip cek nadi: kecepatan, keteraturan, dan kekuatan.
Dasar pengukuran yang penting
- HP di dada dengan kontak yang kuat. Titik kunci: tulang dada atau area tulang rusuk kiri bawah.
- Rekaman 60-120 detik, tanpa gerak, dan napas normal.
Cara cepat baca SCG
- Kecepatan & keteraturan - apakah jaraknya sama?
- Amplitudo - apakah tinggi puncak AO stabil?
- Waktu AO-AC - apakah intervalnya stabil?
- Jeda - apakah ada celah kosong yang lama?
Pola visual yang bisa diandalkan
Di bawah ini pola yang umum ditemukan. Ingat: ini pengenalan pola, bukan diagnosa medis.
Grup 1 - Detakan awal и jeda
Bedakan PAC и PVC
Basis visual: detakan awal dengan puncak AO lebih kecil.
Pista PAC: jeda setelahnya pendek. Ritme terasa “terdorong” и kembali cepat.
Pista PVC
- Detakan bisa kecil atau bentuknya aneh.
- Jeda lebih lama, seperti ada satu siklus yang hilang.
- Detakan berikutnya terasa lebih kuat.
- Pasien merasa: “detak -> berhenti -> detak kuat.”
PAC dari bagian atas jantung, PVC dari bawah. Berguna untuk triage. Lebih lanjut .
Potensiasi Post-extrasistolik
Apa yang terlihat: setelah jeda, puncak AO berikutnya jauh lebih tinggi.
Makna: detakan lebih kuat karena pengisian darah lebih banyak. Wajar setelah PVC.
Jeda Sinus
Apa yang terlihat: celah datar panjang tanpa puncak, lalu ritme kembali normal.
Pada blok jantung pola berulang. Celah tunggal menunjukkan jeda sinus.
Makna: impuls terlewat. Catat durasinya.
Grup 2 - Detak kuat и lemah bergantian
Bigemini vs Pulsus Alternans
Bigemini: selang-seling kuat-lemah dengan waktu teratur.
Pulsus alternans: selang-seling tinggi dengan ritme konstan.
Cara membedakan
- Jika detak lemah datang lebih awal -> bigemini.
- Jika waktu tetap и hanya tinggi berubah -> pulsus alternans.
Makna
- Bigemini: pola detak tambahan yang rutin.
- Pulsus alternans: kemungkinan cadangan jantung berkurang.
Grup 3 - Detakan cepat teratur
Takikardia Sinus vs PSVT
Keduanya menunjukkan detak yang sangat rapat и mirip.
Sinus: melambat и mempercepat bertahap (karena aktivitas/demam).
PSVT: mulai и berhenti tiba-tiba. Ritme sangat teratur и cepat.
Makna: sinus adalah respon normal; PSVT adalah kondisi yang perlu didokumentasikan.
Grup 4 - Ritme tidak teratur
Fibrilasi Atrium
Apa yang terlihat: interval benar-benar acak и tinggi AO berubah-ubah.
Gangguan gerak membuat puncak yang tidak mengikuti nadi.
Makna: sinyal waspada untuk konfirmasi lewat EKG.
Grup 5 - Fenomena konduksi AV
Wenckebach vs Mobitz II
Wenckebach (Mobitz I)
Apa yang terlihat: jarak antar detak berubah sampai ada satu yang hilang.
Makna: hambatan sinyal bertahap.
Mobitz II
Apa yang terlihat: ritme stabil tapi ada detak yang hilang tiba-tiba.
Makna: blok tingkat tinggi. Perlu perhatian segera.
Disosiasi AV
Yang terlihat - hubungan AO-AC tidak stabil. Interval sistolik berubah-ubah, AC bisa tampak tidak pada tempatnya, dan denyut besar dapat muncul pada waktu yang tidak terduga saat atrium dan ventrikel berjalan independen.
Makna - kemungkinan blok AV total atau ritme ventrikel. Diperlukan korelasi ECG segera.
Grup 6 - Bradicardia dengan jeda
Apa yang terlihat: ritme lambat dengan jeda sesekali, tinggi stabil.
Makna: kadang normal pada atlet atau saat tidur.
Grup 7 - Modulasi napas
Aritmia Sinus Pernapasan
Apa yang terlihat: perubahan kecil mengikuti napas.
Peringatan: efek pernapasan adalah petunjuk, bukan diagnosa.
Kesalahan pembacaan
- Gerakan: bicara atau batuk bikin gangguan. Detak asli tetap punya ritme.
- Kontak: jika HP goyang, tinggi puncak berubah acak.
- Suspiros: un suspiro fuerte puede parecer una pausa.
- Orientación: la altura puede variar conforme al ángulo del móvil.
Langkah kerja layanan primer
- Scan 60–120 detik dengan kontak yang baik.
- Lihat ritme: teratur atau tidak?
- Lihat tinggi puncak AO: stabil atau berubah-ubah?
- Bandingkan dengan panduan и buat hipotesa:
- Detak kecil + jeda + detak kuat → kemungkinan PVC.
- Selang-seling tinggi dengan ritme teratur → kemungkinan pulsus alternans.
- Pola berakhir dengan detak hilang → kemungkinan Wenckebach.
- Interval и tinggi berantakan → kemungkinan FA.
- Rangkaian cepat yang mendadak → kemungkinan PSVT.
- Celah kosong yang bersih → kemungkinan jeda sinus.
- Hubungan AO-AC tidak stabil dan muncul 'denyut besar' yang tidak biasa → kemungkinan disosiasi AV.
Kapan harus merujuk
- Nyeri dada, pusing, или sesak napas.
- Kecurigaan Mobitz II, FA или takikardia berkepanjangan.
- PVC yang sangat sering dengan gejala.
Catatan akhir
- SCG adalah alat bantu deteksi pola, mirip seperti meraba nadi di pergelangan.
- Gunakan untuk hipotesa awal sebelum EKG.
- Selalu catat gejala и kondisi saat perekaman.